Cari disini

"Carilah pengetahuan seseorang, mungkin teman dan shahabat anda. Karena mencari ilmu itu bukan hanya di ruang kelas tapi lingkungan juga dapat menjadi pengetahuan atau ilmu yang mungkin di suatu saat anda memerlukannya. jangan anggap remeh orang terdekatmu meski dia lebih banyak kekurang dari dirimu sendiri, karena itu akan menjerumuskan mu ke hal-hal yang negatif, dan jangan lah minder ketika orang lain atau temanmu itu mempunyai bakat yang tidak kamu miliki, karna setiap orang itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing."
Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh Selamat datang di blog Muhammad Natsir semoga bermanfaa't amin

Kamis, 29 September 2011

Tugas Dan Peranan Sekretaris


“A Secretary assist an excecutive in carrying out the detail o his work. The executive depend ons upon his secretary primarly for assistance in handling the details of communications such as telephoning, telegraphing, filling and duplicating.’’Beamer, Hanna, Popham ( Effective Secretarial Practise).
Secara general peranan sekretaris menyangkut :
1. Terhadap atasan :
· Sumber dan filter informasi bagi pimpinan, dalam memenuhi fungsi, tugas dan tanggung jawab.
· Assiten/tangan kanan pimpinan dalam mengatur aktivitas perusahaan. Mulai dari administrative sampai human relations.
· Perantara bagi pimpinan dan pihak-pihak yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
· Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam hal penuangan ide-ide.
· Secret Keeper/pemegang rahasia pimpinan kaitannya dnegan tugas perusahaan.
· Mediator pimpinan dengan bawahan.
2. Terhadap bawahan/karyawan :
· Membantu memberikan motivasi kepada karyawan lain.
· Mediator antara bahawan/karyawan dengan pimpinan.
· Membantu/memfasilitasi bawahan ketika hendak bertemu dengan pimpinan.
· Memberikan rasa puas dan bangga kepada bawahan terhadap hasil kerja mereka.
TUGAS SEKRETARIS
Di banding dengan posisi lain, sekretaris termasuk karyawan yang memiliki multi tugas, di antaranya :
1. Menurut wewenangnya.
· Tugas rutin. Meliputi pengetikan, making call, menerima tamu, korespondenci, filling, surat menyurat.
· Tugas instruksi. Meliputi penyusunan jadwal perjalanan, making appointment, pengaturan keuangan, persiapan dan penyelenggaraan rapat, arrange schedule.
· Tugas kreatif. Meliputi pembuatan formulir telepon, dokumentasi,mengirim ucapan kepada klien, mengatur ruang kantor pimpinan.
2. Menurut jenis tugasnya.
· Tugas administrasi.perkantoran. meliputi surat menyurat, pembuatan laporan, filling.
· Tugas resepsionis. Meliputi making call, melayani tamu, menyusul jadwal pertemuan pimpinan.
· Tugas social. Meliputi mengatur rumah tangga kantor, mengirim ucapan selamat kepada relasi, mempersiapkan respsi/jamuan.acara resmi kantor.
· Tugas insidentil. Meliputi mempersiapkan rapat,mempersiapkan pidato, presentasi, dan mempersiapkan perjalanan dinas pimpinan.

Rabu, 31 Agustus 2011

Sulap angka 1-8

Sulap angka 1

SULAP ANGKA
pilih 1 penonton diantara kumpulan penonton
-mintalah kepada penonton untuk menulis 3 angka misalkan 579 tanpa memberitahu anda
-mintalah kepada penonton untuk membalikkan angka tadi misalkan: 579 skg di balik menjadi 975
-lalu pesulap menyuruh untuk mengurangkan ke2 bilangan tersebut
ingat yg di atas adalah angka yg terbesar dan sebaliknya
-lalu penonton mengurangkan hasilnya
975-579=396
-lalu pesulap meminta penonton untuk memberitahukan angka yg depan
-lalu penonton mengatakan “3″
-lalu dengan segera pesulap dapat segera mengetahuinya yaitu 396
rahasianya
bilangan di tengah selalu merupakan angka 9 jika penonton mengatakan 3 lalu anda tinggal mengurangkan angka 9 dgn 3=6
jadi hasil seluruhnya 396

Sulap angka 2

-cari seorang penonton pastikan dia bisa menghitung perkalian penambahan ama pembagian
-suruh dia memikirkan angka 1-10,lalu suruh dia menyimpannya di dalam hati.
-lalu anda bilang ke penonton tersebut kalikan angka yg anda pilih dengan angka 2
-lalu setelah sudah di tambah dengan angka yg tadi di simpan
-trus dibagi angka pilihan yg tadi di simpan
-trus pesulap tadi merenung sejenak,saat ini penonton sudah memegang angka yg tadi di sebut yaitu 3 -lalu pesulap tadi mengatakan “jumlah seluruh nya 3 khan”.
-penonton pasti mengatakan “koq tahu” rahasianya: rumusnya seperti ini

y x a +y : y

keterangan
y=angka yg di pilih penonton
a=pengalian contohnya seprti ini saya di tanya seorang pesulap “silakan anda pilih angka1-10 trus saya menyimpan angka 3 di dalam hati lalu pesulap mengatakan kalikan 2 dengan angka yg anda pilih lalu3*2=6 lalu di tanya lagi tambahkan lagi dengan angka yg saya pilih 6+3=9 pesulap tanya lagi bagikan lagi dengan angka yg saya pilih 9:3=3 rahasianya amatlah mudah saat akan mengalikan umpama angka 2 trus ditambahkan saja dengan 1 jadi 2+1=3 mudah khan!!!!!!! jadi sulap ini hanya mengandalkan perkalian saja dan ditambahkan angka 1

Sulap angka 3

Menebak angka di dalam hati
-suruh seseorang memikirkan sembarang angka
-suruh dia untuk menghitung dengan rumus
y x 2 + 5 x 5 + 4=hasil(y=angka penonton)
cara menebak:
hasil terdiri dari 2 ato 3 angka & angka terakhir merupakan angka 9
untuk menebak:
jika hasilnya terdiri dr 2 angka kurangi angka depan (hny angka depan) dgn 2
contoh hasil pernonton 69=6-2=4 berarti angka yg di pikir penonton adalah 4
jika terdiri dari 3 angka kurangi 2 angka dengan bilangan 2
contoh hasil 109=10-2=8 berarti angka yg dipiir penonton 8
so!!! kalo dia bilang 69 berarti angka yg di pikir td adalah 4 (6-2=4)
catt:sebenarnya angka boleh ampe jutaan,cuma kek-nya ga ungkin kita nyuruh orang ngitung pake metode awangan ….o ya spt yg gwe bilang td,berapapun hasilnya angka belakang pasti 9

Sulap angka 4

suruh orang bayangin angka misalnya 15 dan anda tdk tahu.
trus suruh nambah angka terserah anda misal 2 nah pas di situ anda olah aja angkanya sendiri yg penting nanti angkanya kembali ke angka di tadi yaitu 17,trus dikurangi dengan angka yg di simpan tadi yaitu 15 jadi 15-7=2
jadi angka terakhir sudah dapat yaitu 2
rumusnya spt ini(triknya)

y+A+B+C-D=E-Y=A

CONTOH:
15 +2 +5 +10 -15=17 – 15=2
keterangan

y=angka yg di bayangin

A=angka pertambahan

B=angka pertambahan

C=angka pertambahan

D=angka yg di kurangkan dari B&C

E=hasil akhir

Sulap angka 5

-tulis sebuah angka 1089 di atas secarik kertas lalu lipat kertas tsb&letakkan di atas meja(prediksi)
-anda minta kpd salah seorang penonton utk menentukkan 3 angka seperti tadi
-setelah selesai balikkan angkanya lalu dikurangi
-setelah selesai balikkan angkanya lalu ditambahkan
-penonton sudah mendapatkan angkanya
-berikan prediksi tadi kpd penonton
-ternyata jawaban penonton dengan pesulap sama yaitu 1089
rahasianya:
misal bil.yg di pilih penonton td 123
cont:
321
123
_____ -
198
891
_____ +
1089
berapapun angkanya jumlah seluruhnya pasti 1089

Sulap angka 6

Dengan trik sulap ini, ada bisa memanipulasi pikiran 5000 atau lebih penonton dalam waktu yang bersamaan.
Note : Trik magic ini bisa anda gunakan sebagai pembuka, dan anda bisa mengatakan bahwa “Saya akan membagikan sebuah trik membaca pikiran yang nanti bisa dilakukan oleh anda semua (penonton) di rumah.”
Prosedur
1. Katakan bahwa anda akan mencoba memanipulasi pikiran seluruh penonton yang ada dengan angka (Jika perlu sediakan papan tulis untuk menuliskan instruksi anda sehingga dapat dilihat oleh audiens). Anda bisa berkata “Silakan pilih angka berapapun dari 0 hingga satu milyar, bahkan hingga satu trilyun, tapi usahakan angka yang sederhana saja, karena kita akan bermain dengan sedikit hitungan”.
2. Perintahkan para penonton untuk mengalikan dua angka yang telah dipilihnya tadi.
3. Kemudian tambah dengan enam.
4. Bagi dua
5. Kurangi angka tersebut dengan angka yang pertama kali dipikirkan.
6. Pasti hasilnya 3!
Kuncinya adalah pada poin no.3. Berapapun angka yang anda minta tambahkan, pasti hasilnya setengah dari angka yang ditambahkan tersebut. Misal anda meminta menambah 8, pasti hasil akhirnya 4. Agar tidak tampak seperti rumus, setelah langkah ke-5, anda bisa meminta satu penonton untuk menyebutkan tanggal lahirnya, dan minta seluruh audiens untuk menjumlahkan angka yang mereka peroleh dengan tanggal lahir tersebut. Pasti hasilnya tetap sama.
Catatan : Walaupun trik ini terkesan sangat sederhana dan seperti “mainan anak SD”, tapi cukup efektif untuk merebut simpati penonton di awal pertunjukan

Sulap angka 7

gilaxxxxxx ampe segitunya gwe posting sulap angka ampe ke 7 gpp deh buat nyenengin pengunjung
to the point aja
-suruh orang mikir 4 angka  misal 2134
-lalu anda menuliskan angka 22132 di kertas untuk predikisi
-setelah selesai menulis bil.suruh penonton tadi  untuk mencari 4.angka lagi misal 3760
-setelah selesai,anda membantunya dengan angka 6239
-suruhlah penonton untuk mencari 4 angka lagi mis.1670
anda membantunya dengan angka 8329
lalu semuanyadi jumlah liat gambar
cont dia atas tadi

-tenyata jawaban pesulap dengan penonton sama yaitu 22132
rahasianya:
angka pilihan penonton pertama kali dikurangi dengan 2 dan depan tambahkan dengan angka 2 jadi 2134 dikurangi dengan 2=2132 depan tambahkan 2 jadi 22132
lalu saat pesulap membantu dengan angka tsb karena akan mengarahkan ke prediksi tadi
caranya
dengan kata kunci 99999- angka penonotn
pesulap memilih 6239 karena pilihan penonton ke2 3760 jadi 9999-3760=6239
pesulap memilihg 8329 karena pilihan penonton ke4 1670 jadi 9999-1670=8329
mudah khan!!!!!!!!

Sulap angka 8

Tau tidak,?! Kalau seorang mentalist mampu menghitung lebih cepat daripada orang normal lain. Saya akan ajarkan sebuah permainan menghitung.
Ini triknya:
Siapkan 4 potong kertas karton, terserah anda pilih mana yang depan dan mana yang belakangya.

Anda ajak 2 orang dalam permainan ini, anggap saja 2 orang ini bernama A dan B. Anda suruh si A mengacak kartontersebut, boleh dibalik(depan jadi belakang/belakang jadi depan). Sehingga membentuk susunan baru. Misal setelah di acak oleh si A susunannnya menjadi

Suruh si B menjumlahkannya dengan menggunakan kalkulator, sedangkan anda juga menghitung. Di sini lah pembuktian kelebihan anda dalam permainan ini. Anda bisa menjumlahkannya lebih cepat daripada si B.
3954 + 8103 + 6528 + 4466 + 7272 = 30323
Anda lihat hasilnya adalah 30323, anda bisa mendapatkan hasilnya lebih cepat dengan hanya menjumlahkan 22220 + 8103 = 30323
Jadi, anda hanya tinggal menjumlahkan 22220 dengan angka yang berada di urutan ke2…
jadi rahasianya pada urutan nomor 2 lalu di tambah 22220
NB:ANGKANYA JANGAN DI GANTI
Urutan karton boleh di acak sampai bagaimanapun misal yg depan jadi posisi akhir dst.

Kamis, 04 Agustus 2011



Blogspot.com adalah default domain yang diberikan ketika kita membuat blog di blogger.com. Sebenarnya ini bukan domain melainkan adalah subdomain. Banyak sekali website-website yang menyediakan domain gratis bagi anda, dengan domain yang cukup baik ratingnya, salah satunya adalah domain .CO.CC

Anda dapat menggunakan domain .CO.CC sebagai alternatif domain pengganti .blogspot.com .
Jika anda menggunakan domain .CO.CC, semula domain anda bernamablogkamu.blogspot.com dapat anda ubah menjadi www.blogkamu.co.cc, sehingga akan terlihat lebih singkat dan profesional. Walaupun anada berganti ke domain .CO.CC domain blogspot anda pun masih dapat diakses yang langsung akan diarahkan ke domain baru anda yaitu di .CO.CC.

Bagi anda yang tertarik merubah domain blogspot menjadi .CO.CC, berikut akan saya uraikan bagaimana langkahnya step by step

1. Cek terlebih dahulu ketersediaan domain .CO.CC yang anda inginkan pada form di bawah ini


misal: akuinginini.co.cc


2. Jika tersedia dan harganya 0$ alias gratis, selanjutnya klik continue to registration







3. Jika anda sudah punya account .CO.CC anda tinggal login dengan account tersebut, bagi yang belum punya klik Create an account now




4. Bagi yang mendaftar terlebih dahulu, anda akan disodori form pendaftaran, anda tinggal mengisinya sesuai identitas anda, untuk form homepage url isikan dengan domain yang ingin anda daftarkan. Jika sudah selesai, klik Continue




5. Selanjutnya login lah dengan account anda untuk setup atau pengatur domain anda.





6. Selanjutnya klik Manage Domain dan klik Setup pada domain yang ingin anda setting







Atau

lihar di akhir................!!!

7. Klik Zone Records, untuk mengarahkan domain anda ke blogspot. Isikan setingan seperti berikut ini :

Host isikan www.namadomainkamu.co.cc (dengan www)
TTL pilih 1D
Type pilih CNAME
Value isikan ghs.google.com

Selelah itu klik Setup untuk menyimpan setingan anda. Disini kita selesai menyeting domain kita, tinggal kita mengarahkan domain blogspot ke domain ini.




8. Langkah selanjutnya Login Account Blogger anda




9. Klik Setting masuk ke halaman Publikasi dan klik Costum Domain




10. Klik pada Switch Advanced Settings untuk pengaturan domain anda lebih lanjut.




11. Isikan domain .CO.CC diform yang telah disediakan, dan isikan Verification Code. Kemudian Klik Save Setting




12. Kita selesai menyeting domain kita, namun anda jangan terburu-buru keluar dari halaman ini, setelah setting success. Check atau Centang pada redirect domainkamu.co.cc to www.domainkamu.co.cc dan klik Save Setting , selesai sampai disini. Untuk setting ini paling lama membutuhkan waktu 2x24 jam untuk mengarahkan domain anda ke domain .co.cc.





Kelanjutan dari no.6





Cara mudah menghilangkan Navbar Blogger


Biasanya para blogger sudah mengetahui cara menghilangkan Navbar di template blogger yaitu dengan cara menambahkan kode css. Cara baru menghilangkan navbar blogger sangat gampang tidak memerlukan kode css, untuk menghilangkan navbar bisanya kita menambahkan kode di bawah kode <body> atau kode </style>.

Untuk menghilangkan navbar blogger anda cukup menambahkan kode <!--<body>--> di atas kode <body> mudah bukan...!!!

Selengkapnya untuk menghilangkan navbar blogger :
1. login ke blogger pilih layout klik edit html;
2. cari kode <body> (ctrl + f untuk mempermudah pencarian)

3. kopi paste kode <!--<body>--> dan tempatkan di atas kode <body>
4. kemudian save template, setelah itu akan muncul konfirmasi untuk menghapus widget navbarnya.


menghilangkan navbar
5. pilih hapus widget, dan sekarang navbar blogger sudah hilang di template blog yang kamu punya.


Selamat Mencoba....!!
Semoga berhasil....!!

Sabtu, 04 Juni 2011

Ingat akan perbuatan


Hangatnya pagi tak terasa bila ku terdiam.. bigtu jga dengan amalan kita.. tak terasa perbuatan kita bila tidak di dasari denagn ibadah.. sesungguhnya ibadah itu hal yang tidak boleh di permainkan.. ingatlah di setiap perbuatan kita amallan akan mengikuti.. berbuat keji amal yang diterima pasti akan buruk, tapi kalau beramal soleh tidak akan pasti amal yang di terima amalan yang baik.. jadi jangan seolah-olah kalian akan banyaknya amal baik dalam diri kalian, karena sesungguhnya yang maha mengetahui adalah Allah SWT..
            Dalam perbuatan sehari-hari kita,, mungkinkah apa kemuliaan dalam diri kalian..?
Apakah ada kejujuran dalam hati kalian,, pasti semua orang akan menjawab ya, dalam diri ini ada kejujuran.. apakah kejujuran adanya dalam diri ataukah hati..? semua pertanyaan itu akan terjawab oleh kalian sendiri.. karena siapa sih yang tau akan niat dalam hati atau diri ini..? Jawab saya pasti Allah SWT, karena Allah maha segalanya.. mengetahui apa yang kita perbuat.
            Nah sekarang,, apakah kalian tahu niat dalam diri..? pasti jawaban kalian sangat beragam,, tapi menurut saya nih yaa,, niat dalam diri itu adalah ketulusan hati yang di barengi dengan ibadah.. itu kalau menurut saya.. karena setiap kita berniat pasti tidak lepas akan perbuatan atau amalan.. niat yang baik akan mengantar kita ke amalan atau perbuatan yang soleh,, begitu juga sebaliknya.. orang-oramg salah akan menilai atau memahami akan arti niat dalam diri.. seolah–olah niat dalam diri itu suatu hal yang kecil atau diremehkan.. bayangkan seorang pejabat bisa melakukan Korupsi karena salah terhadap niat.. misalnya niat dia bagus untuk membutuhu kehidupan hidup dan keluarganya.. yang salahnya cara mendapatkan hasilnya.. itukah yang dinamakan dengan niat.. kalau berfikirnya seperti saya niat dalam hati dibarengi dengan Ibadah,, pasti si orang tersebut tidak akan berbuat hal yang dilarang.. justru dia akan beramal atau bersyukur..
            Kalau semua orang berfikir niat dalam hati adalah sesuatu yang harus di barengi dengan ibadah,, mungkin tida ada kata Merampok, Korpsi, Mencela, Menindas, Dll. Namun pasti semua orang tidak berfikir sama,, tapi adakah dalam hati mereka keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik dan di ridhoi oleh Allah SWT.. semua itu akan terjawab dalam perbuatan keseharian kita.. Faktor lingkungan juga berperan penting..

To be continued….>>>>>>>> J Blank emhhhhh…. J

InsyaAllah bersambung……………………

By : Muhammad Natsir

Jumat, 03 Juni 2011

Ilmu Balaghoh


Ilmu Balaghoh
Semester II kelas X
Pembahasan tentang Khobar

Yang di maksud dengan khobar ialah memberikan kepada mukhotob suatu Hukum atas suatu perkara denagn perkara yang lain
Pembagian khobar ada tiga;
1. Ibtidai         : sesuatu yang di ajak bicara dengannya yang kosong  hatinya dari satu         hukum, contoh: Sudah datang amir itu.
2. Tolabi          : sesuatu yang di ajak bicara dengannya yang ragu hatinya dalam satu   Hukum dan sebaiknya menguatkan Hukum tsb. Dengan taukid yang satu Contoh: Sungguh telah Datang amir itu.
3. Inkari           : sesuatu yang di ajak bicara dengannya menolak pada suatu Hukum wajib menguatkan Hukum tersebut pada satu adapt taukid atau lebih menghitungkan derajat penolakannya. Contoh; sungguh-sungguh telah Datang amir itu.

Minggu, 13 Maret 2011

Bahaya Ghazwul Fikri ! ( Perang Pemikiran )

“….Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu…” (Al Baqarah [2] : 217).
Sungguh sangat menggembirakan dan membesarkan hati kita bahwa ternyata ummat Islam di Indonesia merupakan ummat mayoritas (85%). Bahkan pertumbuhannya di dunia internasional juga cukup pesat. Dari lima milyar lebih, seperlimanya adalah umat Islam. Akan tetapi, dari jumlah yang besar tersebut sedikit sekali yang kita dapati benar-benar menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh. Banyak yang masih salah dalam mempersepsikan ajaran Islam yang syamil tersebut. Sering kita dapati pemilah-milahan ajaran Islam, antara urusan agama dengan urusan ekonomi, budaya, politik, ataupun sisi kehidupan yang lain.
Sebagai akibatnya dari pemahaman yang demikian akan menimbulkan kerancuan dalam berpikir dan bertindak. Di satu sisi ia sebagai seorang muslim, namun di sisi lain, aktivitasnya dalam bidang ekonomi, budaya maupun politik jauh dari ajaran Islam. Sehingga karena keadaan yang demikian itulah banyak orang Islam yang masih mudah tergiur oleh paham lain.
Empat belas abad yang lalu, di saat Islam mencapai puncaknya, Rasulullah SAW telah memprediksikan tentang nasib ummat Islam di masa yang akan datang, sebagai tanda nubuwwah beliau. Nasib ummat Islam pada masa itu digambarkan oleh Rasulullah seperti seonggok makanan yang diperebutkan oleh sekelompok manusia yang lapar lagi rakus.
Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits:
“Beberapa kelompok manusia akan memperebutkan kalian seperti halnya orang-orang rakus yang memperebutkan hidangan.”
Seorang sahabat bertanya, “Apakah karena kami waktu itu sedikit, ya Rasulullah?”.
Jawab Rasul : “Tidak! Bahkan waktu itu jumlah kalian sangat banyak. Akan tetapi kalian waktu itu seperti buih lautan. Dan sungguh, rasa takut dan gentar telah hilang dari dada musuh kalian. Dan bercokollah dalam dada kalian penyakit wahn”.
Kemudian sahabat bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan penyakit wahn itu ya Rasulullah?”.
Jawab beliau : “Cinta dunia dan takut mati”.
Kita bisa membayangkan bagaimana nasib seonggok makanan yang menjadi sasaran perebutan dari orang-orang kelaparan yang rakus. Tentu saja dalam sekejap mata makanan yang tadinya begitu menarik menjadi hancur berantakan tak berbekas, lumat ditelan para pemangsanya.
Demikian pula dengan kondisi ummat Islam saat ini. Ummat Islam menjadi bahan perebutan dari sekian banyak kepentingan yang apabila kita kaji lebih jauh ternyata tujuan akhirnya adalah sama, kehancuran ummat Islam !
Banyak pihak yang memusuhi kaum muslimin. Allah memberikan informasi kepada kita siapa saja musuh-musuh kaum muslimin. Ada beberapa kelompok besar manusia yang dalam perjalanan sejarah selalu mengibarkan bendera permusuhan dan perang terhadap kaum muslimin. Adapun kelompok-kelompok tersebut adalah:
1. Orang-Orang Yahudi dan Nashrani
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah rela terhadap kalian, sehingga kalian mengikuti jejak mereka…” (Al Baqarah [2] :120).
2. Orang-orang Musyrik
“Sesungguhnya telah kalian dapati orang-orang yang paling besar permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik….” (Al Maidah [5] :82).
3. Orang-orang Munafik
“Apabila orang-orang munafiq datang kepadamu, mereka berkata: ‘Kami mengakui, bahwa kamu benar-benar Rasulullah’. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya’, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafiq itu benar-benar orang pendusta” (Al Munafiqun [63] : 1).
“Orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang yang ma’ruf dan menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itulah orang-orang yang fasik” (At Taubah [9]: 67).
Meskipun mereka (musuh-musuh Islam) itu nampaknya berbeda, tetapi sesungguhnya di dalam memerangi kaum muslimin mereka bersatu padu melakukan konspirasi (persekongkolan) yang berskala Internasional. Mereka berusaha tanpa mengenal lelah dan berputus asa.
“Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu….” (Al Baqarah [2] : 217).
Ada dua jenis peperangan yang selalu mereka lancarkan terhadap ummat Islam, yaitu perang secara fisik (militer) dan perang secara non fisik (pemikiran), yang lebih dikenal dengan istilah ghazwul fikri.
Peperangan-peperangan itu
Ketika cahaya Islam mulai menyebar luas meliputi wilayah Persi, Syiria, Palestina, Mesir dan menyeberang daratan Eropa sampai Spanyol, maka kaum Salibis, Yahudi dan orang-orang Paganis segera membendung laju kebenaran Islam. Mereka khawatir kalau cahaya Islam akan menerangi seluruh belahan dunia. Maka kemudian digelarlah peperangan yang panjang yang kita kenal dengan nama perang Salib.
Selama perang salib yang berlangsung delapan periode itu, tak sekalipun ummat Islam dapat dikalahkan. Mereka berpikir keras bagaimana cara mengalahkan ummat Islam. Setelah melalui pemikiran yang panjang akhirnya mereka mengambil kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Gladstone, salah seorang perdana menteri Inggris, “Selama Al Qur’an ini ada di tangan ummat Islam, tidak mungkin Eropa akan menguasai dunia Timur”.
Mereka selanjutnya menyusun langkah-langkah untuk menjauhkan ummat Islam dari ajarannya. Dengan metode yang sistematis mereka memulai melancarkan serangan pemikiran yang berujud program-program yang dikemas dengan menarik. Sehingga tanpa disadari, ummat Islam sudah mengikuti mereka bahkan menjadi pendukung program-program yang mereka adakan. Di samping tipu daya yang berbentuk perang pemikiran, perusakan akhlaq, sekulerisasi sistem pendidikan serta penjajahan di negeri-negeri kaum muslimin yang telah dikuasai, mereka juga mengeruk seluruh kekayaan kaum muslimin. Hal itu berhasil mereka lakukan setelah melalui perjalanan panjang.
Dibandingkan dengan perang fisik atau militer, maka ghazwul fikri ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1. Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik.
2. Sasaran ghazwul fikri tidak terbatas.
3. Serangannnya dapat mengenai siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
4. Tidak ada korban dari pihak penyerang.
5. Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam kondisi diserang.
6. Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang.
7. Efektif dan efisien.
Yang menjadi sasaran ghazwul Fikri adalah pola pikir dan akhlaq. Apabila seseorang sering menerima pola pikir sekuler, maka iapun akan berpikir ala sekuler. Bila sesorang sering dicekoki paham komunis , materialis, fasis, marksis, liberalis, kapitalis atau yang lainnya, maka merekapun akan berpikir dari sudut pandang paham tersebut.
Sementara itu dalam hal akhlaq, boleh jadi pada awalnya seseorang menolak terhadap suatu tata cara kehidupan tertentu, namun karena tiap kali ia selalu mengkonsumsi tata cara tersebut, maka lama kelamaan akan timbul perubahan dalam dirinya.
Yang semula menolak, akan berubah menjadi menerima. Dari yang sekedar menerima itu akan berubah menjadi suka. Selanjutnya akan timbul dalan dirinya tata sikap yang sama persis dengan mereka. Bahkan pada akhirnya ia akan menjadi pendukung setia tata hidup jahiliyah tersebut. Seperti contohnya adanya pergaulan bebas antara wanita dan pria yang bukan muhrim, seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Demikianlah bahaya ghazwul fikri. Ia akan menyeret seseorang ke dalam jurang kesesatan dan kekafiran tanpa terasa. Ibaratnya seutas rambut yang dicelupkan ke dalam adonan roti, kemudian ditarik dari adonan tersebut. Tak akan ada sedikitpun adonan roti yang menempel pada rambut. Rambut itu keluar dari adonan dengan halus sekali tanpa terasa. Demikianlah, seseorang hanya tahu bahwa ternyata dirinya sudah berada dalam kesesatan, tanpa terasa!
Ada beberapa jenis ghazwul fikri, di antaranya :
1. Perusakan Akhlaq
Dengan berbagai media musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlaq generasi muslim. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai yang tua renta sekalipun. Di antara bentuk perusakan itu adalah lewat majalah-majalah, televisi, serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai Islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan.
Dengan cara itu, mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang gaya hidupnya jauh dari adab Islam. Hasilnya betul-betul luar biasa, banyak generasi muda kita yang tergiur dan mengidolakan mereka. Na’udzubillahi min dzalik!
2. Perusakan Pola Pikir
Dengan memanfaatkan media-media tersebut di atas, mereka juga sengaja menyajikan berita yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berkenaan dengan kaum muslimin. Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslim tanpa alasan yang jelas. Mereka selalu memakai kata-kata; teroris, fundamentalis untuk mengatakan para pejuang kaum muslimin yang gigih mempertahankan kemerdekaan negeri mereka dari penguasaan penjajah yang zhalim dan melampui batas. Sementara itu di sisi lain mereka mendiamkan setiap aksi para perusak, penindas, serta penjajah yang sejalan dengan mereka; seperti Israel, Atheis Rusia, Fundamentalis Hindu India, Serbia, serta yang lain-lainnya. Apa-apa yang sampai kepada kaum muslimin di negeri-negeri lain adalah sesuatu yang benar-benar jauh dari realitas. Bahkan, sengaja diputarbalikkan dari kenyataan yang sesungguhnya.
3. Sekulerisasi Pendidikan
Hampir di seluruh negeri muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa penjajahan (imperialisme), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri.
4. Pemurtadan
Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang-terangan orang-orang non muslim menawarkan “bantuan” ekonomi; mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah, dan lain-lainnya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam.
Sebuah Strategi
Pastor Takly berkata: “Kita harus mendorong pembangunan sekolah-sekolah ala Barat yang sekuler. Karena ternyata banyak orang Islam yang goyah aqidahnya dengan Islam dan Al Qur’an setelah mempelajari buku-buku pelajaran Barat dan belajar bahasa asing”.
Samuel Zwemer dalam konferensi Al Quds untuk para pastor pada tahun 1935 mengatakan: “Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (Al Qur’an dan Sunnah). Sehingga mereka menjadi orang- orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah- belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-generasi baru yang akan memenangkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai dengan tujuan kalian”.
Wallahu a’lam bish shawwab.
Sumber : http://www.geocities.com/Athens/8875/inexps.html
Swaramuslim.net

Kamis, 17 Februari 2011

Ketika Halal-Haram Tak Dipedulikan


Atas nama dakwah sebagian da’i (baca: anggota dewan) bergerak laju mencari sumber-sumber dana. Dakwah memang perlu dana, tak dipungkiri. Namun benarkah mereka demi semata-mata dakwah? Benarkah sudah ditimbang-timbang sesuai syariah? Semoga, dan tidak boleh berburuk sangka! Tetapi, yang pasti dan lebih penting, bahwa dakwah lebih membutuhkan kepada dana yang berkah, dana yang bebas dari haram dan syubhat, atau bebas dari segala keraguan dan ketidakjelasan, agar agama dan dunia terjaga. Dakwah tidak membutuhkan para penggiat yang selalu mencari rukhshah dan alasan darurat, para pelaku yang selalu membidik celah fatwa para ulama mana yang bisa ‘dimainkan’, atau mencari legitimasi ketika bertanya. Tetapi dakwah lebih membutuhkan kepada pelaku yang ikhlas, kuat, jujur, terpercaya, amanah, tidak takut celaan manusia, wara’, sensitif terhadap dosa, ingat mati, dan menggantungkan kemenangan dakwah hanya kepada Allah Ta’ala. Di tangan merekalah kemenangan hakiki akan di raih. Insya Allah.
Dari An Nu’man bin Basyir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ
“Sesungguhnya yang halal telah jelas, dan yang haram telah jelas, dan di antara keduanya ada yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga dirinya dari syubuhat (samar) maka sesungguhnya dia telah menjaga agama dan harga dirinya. Barangsiapa yang jatuh pada yang syubuhat, maka dia akan terjatuh pada hal yang haram, seperti seorang gembala yang menggembalakan ternaknya di daerah terlarang, maka ia akan nyaris terperosok jatuh ke dalamnya.”
(HR. Bukhari, Kitab Al Iman Bab Fadhli Man Istabra’a Li Dinihi, Juz. 1, Hal. 90, No hadits. 50. Muslim, Kitab Al Musaqah Bab Akhdzi al Halal wa Tarki asy Syubuhat, Juz. 8, Hal. 290, No hadits. 2996. Al Maktabah Asy Syamilah)
Kemenangan dakwah dan harakah hanya akan diberikan kepada orang-orang bertaqwa, sebagaimana yang Allah Ta’ala janjikan, ketika menceritakan karakter orang-orang bertaqwa di Madinah pada awal-awal surat Al Baqarah:
وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5)
“Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. Al Baqarah (2): 5)
Bukan hanya memberikan kemenangan, Allah Ta’ala juga hanya mau menerima amal shalih orang-orang bertaqwa.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak akan menerima kecuali yang baik-baik.”
(HR. Muslim, Kitab Az Zakah Bab Qabul Ash Shadaqah min Al Kasbi Ath Thayyib wa Tarbiyatiha, Juz. 5, Hal. 192, No hadits. 1686. At Tirmidzi, Kitab Tafsirul Quran ‘an Rasulillah Bab wa Min Suratil Baqarah, Juz. 10, Hal. 249, No hadits. 2915. Ahmad, Juz. 17, Hal. 40, No hadits. 7998)
Bagaimanakah orang bertaqwa itu? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan:
لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ أَنْ يَكُونَ مِنْ الْمُتَّقِينَ حَتَّى يَدَعَ مَا لَا بَأْسَ بِهِ حَذَرًا لِمَا بِهِ الْبَأْسُ
“Seorang hamba tidaklah sampai derajat bertaqwa, sampai dia meninggalkan apa-apa yang dibolehkan, karena dia hati-hati jatuh kepada hal yang terlarang.”
(HR. Tirmidzi, Kitab Shifah Al Qiyamah war Raqa’iq wal Wara’ ‘an Rasulillah Bab Ma Ja’a fi Shifati Awanil Haudh, Juz. 8, Hal. 490, No hadits. 2375. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan gharib, saya tidak mengetahui kecuali dari jalur ini.” Ibnu Majah, Kitab Az Zuhd Bab Al Wara’ wat Taqwa, Juz. 12, Hal. 260, No hadits. 4205. Al Hakim, Mustadrak ‘Alas Shahihain, Juz. 18, Hal. 271, No hadits. 8013. Al Hakim berkata: “Hadits ini sanadnya shahih, tetapi Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya.” Syaikh al Albany menyatakan hasan, dalam Misykah al Mashabih, Juz. 2, Hal. 127, No hadits. 2775. Al Maktabah Asy Syamilah)
Maka, sudah sepantasnya bagi pejuang Islam, pejuang partai dakwah, mereka menjadi orang pertama dalam hal kehati-hatian ini. Bukan justru menjadi bahan cemooh manusia –yang seharusnya mereka mendapatkan contoh yang baik- lantaran dengan begitu simplistis mengatakan ‘ini demi dakwah’, lalu secara tidak terkendali bermain api pada proyek, lalu dibahasakan dengan ‘mengawal proyek’, namun orang lain melihatnya sebagai minta jatah, minta persenan, dan lainnya. Sehingga ada kesan ‘kemaruk’ proyek dan menjadi bahan hangat pemberitaan media masa dan pengamat.
Ini semua sudah terjadi. Maka, hati-hatilah! Alih-alih demi maslahat dakwah, ternyata dakwah dan da’inya justru dijauhkan dan diperolok-olok umat karena perbuatan yang mereka sangka baik namun tanpa perhitungan,
Allah Ta’ala telah memperingatkan:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104)
“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi (18): 103-104)
Yang Pasti-Pasti Saja, Memang, di zaman serba sulit, banyak manusia yang berputus asa. Sampai-sampai ada yang mengatakan –walau nada gurau-, “Jangankan yang halal, yang haram saja susah.” Ungkapan nihil optimisme ini tidak boleh ada pada pribadi da’i yang telah lulus seleksi salimul aqidah yang meyakini wallahu khairur raaziqiin (Allah-lah sebaik-baiknya pemberi rezeki).
Dahulu, Al Imam Asy Syahid –Insya Allah- Hasan al Banna Rahimahullah, ditawari berceramah tentang demokrasi di radio dengan imbalan 5000 Pound (nilai yang sangat besar saat itu) dari penjajah Inggris, dangan syarat ia harus berceramah tentang Demokrasi menurut pemahaman Inggris. Imam al Banna menolak dan berkata: “Enyahlah kalian! Kalian telah tersesat dari jalan yang benar dan menyimpang dari kebenaran!” (Badr Abdurrazzaq Al Mash, Manhaj Da’wah Hasan Al Banna, Hal. 79)Inilah Al Banna, dia tidak berkata: “Saya akan terima, uang ini akan saya manfaatkan demi maslahat dakwah ke depan.” Tidak! Dia bukan tipe orang yang menggadaikan ashalah dakwah demi seonggok sampah dunia, dan dia meyakini bahwa niat yang baik tidaklah merubah keharaman. Dia bukan tipe orang yang berdalih ‘demi maslahat’ tetapi syariat menjadi korban. Sebab, dia memahami, “Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih” (menolak kerusakan harus didahulukan dari pada mengambil maslahat).
Dahulu, Ustadz Umar At Tilmisani Rahimahullah bertemu dengan salah seorang menteri pada masa pemerintahan Anwar Sadat. Keduanya saling bertukar pandangan, di akhir perbincangan menteri itu berkata:
“Bagaimana kondisi keuangan Anda?”
Ustadz Umar menjawab: “Alhamdulillah baik, tertutupi.”
Menteri: “Sesungguhnya Negara mendukung Koran dan majalah di Mesir, dan majalah Ad Da’wah sebagai majalah Islam lebih berhak mendapatkannya.”
Ustadz Umar sambil menahan emosinya berkata: “Ya Syaikh … nabi sudah mendahului Anda … jangan lagi membicarakan ini denganku.” (Muhammad Abdul Hamid, 100 Pelajaran Dari Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin, Hal. 141)
Dahulu, ketika Syaikh Dr. Said Ramadhan al Buthy mendapatkan honor pertamanya sebagai dosen dari mengajar pada perguruan milik pemerintah, lalu dia memberikan sebagian honornya kepada ayahnya yakni Syaikh Ramadhan al Buthy. Namun tanpa diduga, uang itu ditolak ayahnya, karena faktor ‘syubhat’nya uang pemerintah.
Demikianlah contoh para du’at sejati, du’at yang jujur, dan pemimpin sejati, dan seharusnya begitulah kita berlomba-lomba, hanya berani menerima dana untuk dakwahnya dari sumber pendanaan yang pasti kehalalannya dan pasti keamanannya. Tidak lucu jika seorang da’i –karena keluguan dan kelatahannya main proyek- dia memanfaatkan uang yang bukan haknya, bukan pula hak jamaah, dengan dalih demi dakwah, dan dia membeberkan hal itu ketika digeledah KPK! Lalu diberitakan media massa, yang mereka tahu adalah Anda telah memanfaatkan uang negara untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Untuk dakwah? Untuk daurah? Mereka tidak mau tahu ….. Sekali lagi, tahan nafsumu …. Jangan sampai ini terjadi. Minimal … Rasa Malu ..
Rasa malu adalah benteng terakhir. Rasa malu membuat pezina mengurungkan niatnya, rasa malu membuat pelaku porno aksi membatalkan aksinya dan rasa malu membuat seorang tokoh harus menjaga citra dirinya. Para da’i adalah orang yang paling berhak menyandang sebagai pemalu. Malu berbuat maksiat, malu jika diam dari kemungkaran, malu tidak shalat berjamaah di masjid, malu jika menerima uang yang bukan haknya, malu ‘memohon’ jatah mobil baru ke pemda dengan dalih demi operasional dakwah … lagi-lagi dakwah dijadikan alas an, lebih tepatnya dikambinghitamkan.
Hendaklah mereka malu kepada Allah Ta’ala, dan kalau pun sudah tidak malu kepada Allah Ta’ala, malu-lah kepada malaikat sang pencatat, kalau pun tidak malu kepada malaikat, malu-lah kepada manusia, kalau pun tidak malu kepada manusia, malu-lah kepada keluarga di rumah, kalau pun tidak malu kepada keluarga, maka malu-lah kepada diri sendiri dan hendaklah jujur bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan, minimal meragukan. Fitrah keimanan akan menolaknya, kecuali jika memang sudah taraf Imanuhum fi Proyekihim (Iman mereka ada pada proyek-proyek mereka).
Maafkan saya jika harus mengatakan seperti yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَافْعَلْ مَا شِئْتَ
“Sesungguhnya di antara ucapan kenabian yang manusia dapatkan adalah: “Jika kamu tidak lagi mempunyai rasa malu, maka lakukanlah apa saja sekehendakmu.” (HR. Bukhari, Kitab Ahadits Al Anbiya Bab Hadits Al Ghar, Juz.11, Hal. 302, No hadits. 3224. Ibnu Majah, Kitab Az Zuhd Bab Al Haya’, Juz. 12, Hal. 221, No hadits. 4173, semuanya dari jalur Abu Mas’ud. Al Maktabah Asy Syamilah)
Harus Diselamatkan!
Tak ada kata lain, dakwah ini harus diselamatkan jika ingin tidak berakhir sebelum kisahnya selesai. Allah Ta’ala telah menceritakan umat-umat terdahulu yang dimusnahkanNya lantaran sikap keras kepala, pembangkangan, dan menghalalkan segala cara.
Sudah sering kita membicarakan ‘Kemenangan Dakwah’. Seharusnya –saat ini- lebih penting kita membicarakan ‘Keselamatan Dakwah’. Bagaimana bisa menang jika eksistensi terancam. Ya, secara formal masih eksis, tetapi secara nilai dan moral, sudah tidak dianggap oleh manusia. Manusia menganggapnya sama dengan (partai) lainnya. Ini bahaya. Harus diluruskan dengan evaluasi dan koreksi diri lalu bertobat dan merubah sikap, bukan dengan apologi dan membela diri membabi buta, tak peduli benar salah.
Sayang, jika dakwah ini –yang Syaikh Mutawalli Asy Sya’rawi Rahimahullah katakan laksana pohon yang baik, akarnya menghujam dan dahannya meninggi- harus rubuh lantaran perilaku segelintir orang yang tidak lagi peduli, paling tidak memudar kepekaannya terhadap salah satu perkara penting dalam Islam; yakni halal-haram, khususnya halal-haram dalam mendapatkan uang.
Wallahu A’lam
Ditulis oleh: Ustad Farid Nu’man
Sumber: Perisai Dakwah

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
“Makanlah nak, aku tidak lapar”
———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.
Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam,
besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku dibawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku:
“Aku tidak terbiasa”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang
keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum
yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata:
“Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan:
” Terima kasih ibu ! “

8 ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM……..


BAYAN DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
TENTANG
8 ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM
NOMOR : 23/B/K/DSP-PKS/1429

Kampanye adalah upaya mempropagandakan partai dan program-programnya dalam rangkamenarik dukungan dan simpati masyarakat. Kampanye merupakan bagian penting dalam percaturan politik. Melalui kampanye, suatu partai dapat memperkenalkan programprogramnya, sekaligus dapat menarik simpati pemilih agar memberikan hak suara dan dukungan mereka kepada partai tersebut. Dari pemahaman ini, kampanye memiliki kesamaan dengan dakwah. Oleh karena itu, pelaksanaan kampanye perlu diatur agar sesuai dengan Etika Islam, dan tidak menyimpang dari garis-garis yang ditetapkan Syari’at Islam.
Terutama bagi partai-partai yang menyatakan dirinya Partai Islam atau Partai yang berasaskan Islam.
Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl:125,
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.
Hadits Nabi SAW:
Artinya: “Barang saipa yang menunjukkan pada kebaikan maka baginya mendapat pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut” (HR Muslim).
Artinya: “Setiap kebaikan adalah shadaqoh” (HR Bukhari)
Bagi Partai Keadilan Sejahtera, yang mengikrarkan dirinya sebagai Partai Dakwah, berkampanye harus sesuai dengan adab-adab Islam, di antaranya:
 
1. Ikhlash (Keikhlasan)
Ikhlas dan Membebaskan Diri dari Motivasi yang Salah dan Rendah. Kampanye dalam Islam merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah, maka dari itu perlu diperhatikan keikhlasan niat dan ketulusan motivasi setiap hati nurani para penyelenggara, peserta terutama da’i dan juru kampanye. Agar kampanye yang dilakukan tidak hanya berdampak pada masalah-masalah keduniaan, tetapi juga mendapat keridhaan dan keberkahan Allah SWT. serta pahala kebaikan di akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Bayyinah 5, artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”.
Pada saat kampanye, faktor-faktor yang merusak keikhlasan harus dijauhi. Arogansi atau kesombongan yang disebabkan oleh banyaknya pengikut atau kelebihan lain, juga harus dihindari. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Anfal 47, artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”.

2. Tha’ah (Keta’atan)
Ta’at dan Komitmen kepada Seluruh Aturan Allah, Perundangan yang Berlaku, dan Arahan
Partai. Pada saat kampanye, terkadang larut dalam berbagai acara dan pembicaraan yang membuat lupa atau mengabaikan keta’atan kepada Allah, seperti kewajiban shalat. Bagi seorang muslim, saat berkampanye jangan sampai mengabaikan keta’atan kepada Allah apalagi sampai kepada tingkat melalaikan diri dan orang lain dari jalan Allah. Demikian halnya dengan keta’atan kepada aturan yang berlaku, dan arahan partai yang berkenaan dengan kampanye sebagai bentuk ketaatan kepada ulil amri, hendaknya diperhatikan. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Allah berfirman:
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman, 6)

3. Uswah (Keteladanan)
Menampilkan dan Menyampaikan Program-program Partai dengan Cara dan Keteladanan yang Terbaik (Ihsan). Di antara etika kampanye yang terbaik dan simpatik adalah mengedepankan keunggulan partai yang bersangkutan, tanpa perlu menjelekkan dan mengejek orang, partai atau golongan lain seperti black campaign. Partai yang baik dan program yang bagus juga harus disampaikan dengan cara yang bagus dan profesional. Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu”
(HR. Muslim).
Di antara kampanye yang efektif adalah dengan cara memberi keteladanan yang terbaik. Bahasa perilaku sering lebih efektif daripada bahasa lisan. Kampanye adalah memikat dan menarik simpati orang. Rasulullah saw. bersabda:
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya” (HR. 
Abu
Dawd, At Tirmidzi, Ahmad)

4. Shidq (Kejujuran)
Jujur, Tidak Berdusta /Berbohong atau Mengumbar Janji Kejujuran merupakan salah satu kunci sukses berkomunikasi politik. 
Berbagai kebaikan akan menyertai kapan, dimana, dan siapa saja yang komitmen dengan kejujuran. Kampanye tidak boleh menghalalkan segala cara. Tujuan luhur tidak boleh dirusak oleh cara yang kotor.
Berbohong adalah perbuatan terlarang dalam Islam, apalagi yang dibohongi itu orang banyak, sudah tentu bahayanya lebih berat. Berbohong adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Rasulullah SAW. besabda:
“Berpeganglah kamu dengan kejujuran, karena jujur itu menujukkan (jalan) kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan (jalan) ke sorga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan selalu menjaga kejujuran sampai dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan janganlah kamu berdusta, karena dusta mengantarkan pada kemaksiatan (kecurangan) dan kemaksiatan (kecurangan) itu mengantarkan ke neraka. Dan seseorang yang senantiasa berdusta dan terus melakukan dusta sampai dicatat disisi Allah sebagai pendusta” (HR. Muslim).
Kondisi yang tidak terkendali, juga bisa mengakibatkan seseorang larut dalam perilaku dan orasi yang cenderung mengumbar janji muluk yang tidak mungkin dilaksanakan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang da’i/ juru kampanye. Janji pasti akan dipertanggung-jawabkan di Akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Israa’:34, artinya: “Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya”.

5. Ukhuwwah (Persaudaraan)
Tetap Menjaga Ukhuwah (Peraudaraan), Tidak Ghibah, Caci Maki, dan Cemooh.
Kampanye bukanlah arena untuk memuaskan selera dan hawa nafsu. Perkataan yang diucapkan dan sikap yang ditampilkan harus senantiasa mencerminkan rasa ukhuwah Islamiyah. Tidak boleh berprasangka buruk apalagi melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan, karena hal itu akan menimbulkan kerenggangan dan perseteruan yang mengganggu ukhuwah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujuraat 10, artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Janganlah saling hasad, saling membuka aib, saling benci, saling berpaling, dan janganlah kalian menjual dagangan saudaramu, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. 
Muslim dengan sesamanya adalah saudara, tidak saling menzhalimi, saling menghina, meremehkan. Takwa letaknya ada disini (Rasulullah SAW menunjuk pada dadanya 3x ). Seorang sudah cukup dianggap jahat jika menghina saudaranya. Setiap muslim dengan sesamanya adalah haram; darah, harta dan kehormatannya”(HR. Muslim).
Dalam kampanye juga tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat seseorang atau lembaga yang dihormati oleh Syari’at. Allah SWT berfirman di surat Al Hujuraat 11 dan 12, artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Mencaci maki seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya suatu kekafiran.” 
(Muttafaqun ‘alaihi).

6. Tarbawy (Edukatif)
Komitmen dengan Nilai-Nilai Edukatif, Persuasif dan Tidak Memaksa atau Mengancam/Mengintimidasi, Tertib dan Tidak Menggangu, dan Menghindari Acara yang Kurang Bermoral. Kampanye adalah salah satu sarana pendidikan politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesantunan, di samping sebagai sarana da’wah yang memiliki makna mengajak dengan cara persuasif, tidak memaksa atau mengintimidasi. 
Dalam kampanye tidak boleh memaksa dan memaksakan kehendak kepada orang lain. Termasuk mempengaruhi dan mempolitisir supaya menerima dan memberikan hak pilihnya kepada partai tertentu dengan berbagai cara yang bersifat memaksa atau terpaksa, seperti dengan cara politik uang. Dengan demikian, kampanye edukatif ini menuntut setiap partai dan juru kampanye/da’i agar lebih inovatif, kreatif, dan proaktif. Massa pemilih mempunyai hak dan kebebasan memilih suatu partai sesuai dengan pilihan hati nurani. Sebagaimana dalam memeluk agama, manusia diberikan hak untuk beragama sesuai keyakinannya, apalagi dalam hal berpartai. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Baqaarah: 256, artinya:” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”.
Saat kampanye, juga harus diperhatikan hak orang lain terutama hak jalan. Jika kampanye menggunakan cara pengerahan masa dan sejenisnya, maka harus dilakukan secara tertib dan terkendali. Hak pengguna jalan harus diberikan dan dilarang merusak atribut partai lain.
Rasulullah SAW.bersabda:
“Jauhi oleh kamu duduk di (pinggir) jalan. Mereka berkata: Wahai Rasululah, kami tidak bisa menghindari duduk (di pinggir jalan) (saat) kami (perlu) bercerita. Maka Rasulullah SAW. Bersabda (lagi): Jika kamu sekalian enggan (dan tetap harus duduk di) majelis (tersebut), maka berikanlah hak jalan. Mereka berkata: Apakah hak jalan itu? Beliau bersabda: menjaga pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, dan ama ma’ruf serta nahyi munkar.” (HR.Muslim)
Rasulullah SAW.bersabda:
Artinya: “Janganlah menimbulkan kerusakan pada diri sendiri dan orang lain” (HR, Malik, Ibnu
Majah, Ahmad, dan ad-Daruqutni).
Demikian pula dengan acara atau hiburan yang tidak mendidik bahkan cenderung tidak moral.
Karenanya harus dihindari hiburan yang menampilkan unsur pornografi-pornoaksi dan hal-hal
yang dilarang oleh agama, aturan maupun adat. Rasulullah saw. Bersabda: “Dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang”.
(HR. Bukhari)

7. Tawadlu’ (Rendah Hati)
Rendah Hati, Tidak Menyombongkan Diri, dan Tidak Mudah Menuduh Orang Lain. Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya paling baik apalagi paling benar, misalkan anggapan partainyalah yang paling Islami, sedang orang lain dan partai lain tidak ada yang benar. 
Juga tidak mudah menuduh kalangan lain melakukan suatu kesesatan atau perbuatan bid’ah. Cara ini bukan cara yang Islami. Menyampaikan keunggulan sendiri boleh saja, tetapi tidak harus mengklaim apalagi menyombongkan diri sebagai yang terbaik atau paling Islami.
Mengakui keterbatasan diri sebagai manusia dan keterbatasan partai sebagai kumpulan komunitas manusia adalah bagian dari sifat rendah hati yang disukai siapapun. Selanjutnya menggantungkan rencana dan program pada Allah SWT. Tujuan berpolitik dalam Islam tidak lain adalah mencari ridha-Nya. Allah SWT. berfirman di surat An Najm 32, artinya: “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa”.
Rasulullah saw. Bersabda :
‘Barangsiapa yang rendah hati untuk Allah satu derajat, niscaya Allah mengangkatnya satu
derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang tertinggi, dan siapa saja yang
menyombongkan diri terhadap Allah satu derajat, maka Allah akan menurunkannya satu
derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang paling rendah.’ (HR. Ahmad).

8. Ishlah (Perbaikan)
Memberikan Nilai Kemaslahatan, Solusi, dan Perbaikan bagi Seluruh Bangsa. Kampanye hendaknya dapat memberi kemaslahatan bagi bangsa baik material maupun spiritual, dan menghindari kampanye yang tidak berguna, sia-sia, apalagi menimbulkan dosa. Dalam hal pembuatan spanduk, stiker, atau perangkat kampanye lain, juga harus memuat pesan yang baik bagi masyarakat. Rasulullah SAW. bersabda, artinya: “Di antara kebaikan Islam seseorang, (dia) meninggalkan apa-apa yang tidak berguna” (HR. Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad). Kampanye yang mengarah langsung pada problem solving (pemecahan masalah) yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, seperti menggagas penyelamatan bangsa, shilaturrahim, aksi-aksi kepedulian sosial, advokasi, penyuluhan hukum, dan ceramah agama, lebih baik dari hanya sekedar slogan kosong. Rasulullah SAW. Bersabda:
“Wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah hubungan silaturahim, dan shalat malamlah ketika manusia tidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dan Hakim dalam Mustadrak-nya mengatakan shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim)
Inilah beberapa adab kampanye yang perlu diperhatikan, mudah-mudahan dapat berguna bagi Partai Keadilan Sejahtera dan partai lainnya. Sehingga ketertiban dan keamanan saat kampanye dapat terwujud, korban jiwa dapat dihindari, dan upaya mempercepat tumbuhnya iklim demokrasi yang beradab dan bermartabat di Indonesia menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur akan terjamin dan segera terealisasi.


Jakarta, 17 Dzulqa’dah 1429 /19 November 2008
DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KH. DR. 
SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA

 sumber : DSP Partai Keadilan Sejahtera